Senin, 04 Agustus 2008

Menyambut Kenduri Demokrasi 2009

Oleh Aminuddin Siregar
Kini demokrasi diyakini sebagai cara terbaik dalam melakukan berbagai persambungan sosial-politik. Baik dalam konteks persambungan pemerintah dengan masyarakat, maupun dalam konteks Negara-bangsa. Persmbungan-persambungan kultural, politik, dan persambungan-persambungan sosial kemasyarakatan lainnya.

Silaturrahmi politik, suka tidak suka, mau tidak mau dilihat sebagai kegiatan dari bentuk kepentingan semata dari apa yang menjadi hasil dari sebuah pesta demokrasi. Ketika pemerintah mulai mempertaruhkan segala potensinya untuk membangun kesejahteraan rakyat. Partai politik muncul berduyun-duyun.

Kenduri demokrasi 2009, memang harus disambut semeriah mungkin bukan saja karena pesta seperti itu harus terjadi, melainkan karena kenduri itu merupakan momentum mengatur kembali bagaimana strategi mengurus rakyat yang baik dan benar Termasuk mengatur kembali fungsi-fungsi pemerintahan mulai dari pemerintah desa hingga pemerintah pusat. Dalam kaitan ini mesti muncul kepedulian terhadap nasib rakyat, yang pasti membutuhkan komitmen dan integritas. Bukan saja oleh pemerintah melainkan juga oleh institusi politik yang ada.

Keduri demokrasi selalu mendapat perhatian banyak orang. Tidak saja oleh kalangan politisi, birokrasi, kaum profesional, tokoh masyarakat dan organisasi politik, serta kelompok kepentingan lainnya. Tetapi juga oleh hampir seluruh lapisan masyarakat politik. Perhatian itu wajar, terutama menjelang kenduri demokrasi yang tinggal beberapa bulan lagi.

Karena itu, harus berani jujur untuk menyelamatkan kenduri demokrasi terhadap munculnya distorsi terhadap jalannya proses politik. Terutama yang menyangkut pengadaan dan pendistribusian kelengkapan kenduri. Khususnya menyangkut proses penghitungan kertas suara. Itu sebabnya, kenduri demokrasi ini dilihat sebagai momen penting membangun kembali semua elemen masyarakat politik untuk berani jujur dan peduli terhadap sesama komunitas politik meski beda satu sama lain.

Penulis Staf Pengajar Pusdiklat Depdagri Regional Bukittinggi. Penggagas forum diskusi Komunitas Klub Haus Buku.

Million-selling opening for vampire series finale

Monday August 4, 9:12 PM
Million-selling opening for vampire series finale
Harry Potter is still king, but the final book of Stephenie Meyer's "Twilight" series did manage a million-selling debut.

"Breaking Dawn," the fourth of Meyer's sensational teen vampire series, sold 1.3 million copies in the first 24 hours after its midnight, Aug. 2 release. Publisher Little, Brown Books for Young Readers announced Monday that it has gone back for 500,000 more copies, making the total print run 3.7 million.

The numbers for "Breaking Dawn" are comparable to the openings of a pair of famous memoirs: former President Clinton's "My Life" and Sen. Hillary Rodham Clinton's "Living History." But they don't approach the unveiling of "Harry Potter and the Deathly Hallows." The seventh and final volume of J.K. Rowling's fantasy series sold 8.3 million copies in its first 24 hours in the United States alone.

Sumber : Yahoo! Asia News

Jumat, 04 Juli 2008

Kamasutra Arab


"Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan kenikmatan terbesar bagi laki-laki di kemaluan perempuan dan menjadikan kenikmatan terbesar bagi perempuan di kemaluan laki-laki."

Itulah kalimat pembuka dari Syekh al-Nafzawi, ulama Tunisia abad ke-16, dalam Al-Rawdh al-'Athir fi Nuzhat al-Khathir (The Parfumed Garden/La Prairie Parfumee). Buku legendaris yang telah diterjemahkan ke dalam banyak bahasa ini menyuguhkan bimbingan seks yang padat dan lengkap.

Bercinta menurut Syekh al-Nafzawi tak hanya butuh kebugaran fisik, tapi juga pengetahuan dan teknik. Tak sedikit orang kurang OK, atau malah KO, saat “bertanding” lantaran tidak mengenal karakter lawan, titik rangsang, dan kondisi yang baik untuk berhubungan.

Buku ini menyajikan informasi berharga bagi siapa saja yang mengimpikan kebahagiaan dalam biduk rumah tangga. Di tangan sang ahli, pembahasannya mengalir runtut seperti alur kehidupan anak manusia.

Mula-mula kita diajak menelisik apa yang disukai laki-laki dari perempuan dan sebaliknya. Lalu, kita diajak menyingkap soal organ seksual, tata cara bersanggama, daya tarik seksual, kemandulan, dan seterusnya. Buku ini juga dilengkapi tips dan trik, mulai dari memperbesar zakar hingga khasiat-rahasia kuning telur. Semoga kehadiran buku ini mampu memenetrasikan semangat baru untuk “bertempur pantang kendur”.

Hanya untuk Dewasa

The Power of Resilient Mindset


Panduan Menjadi Pribadi Tahan banting dan Penuh Daya Lenting
Mengapa sebagian orang mampu mengatasi impitan hidup dengan mudah sedangkan sebagian lainnya terbelenggu pada hal-hal sepele? Faktor apa saja yang membuat sebagian orang dapat segera bangkit dari kemalangan, sementara sebagian lainnya merana tanpa pertolongan dan harapan? Kekuatan batin seperti apakah yang sehari-hari dipancarkan oleh mereka yang kita juluki tangguh, ulet, bermental baja, atau tahan banting? Temukan jawaban inspiratifnya dalam buku ini.

Seperti karet dan busa, orang-orang tangguh punya daya tahan terhadap tekanan. Mereka punya kemampuan untuk segera kembali ke kepribadian semula begitu beban tiada. Mereka punya daya lenting! Karakter penting ini selalu hadir saat mereka menghadapi impitan masalah, ledakan musibah, atau tantangan dalam berprestasi.

Buku ini menyajikan intisari konsep daya lenting dan cara mengembangkan serta memperkuatnya. Menurut Dr. Brooks dan Dr. Goldstein, mindset berdaya lenting sangatlah membantu dalam setiap aspek kehidupan. Mindset ini memberi kita dasar kekuatan emosional dalam menghadapi tantangan rutin maupun masalah mendadak. Mindset ini pula yang menahan kita agar tak tenggelam dalam stres dan ketidakpuasan.

Dilengkapi dengan banyak sekali kisah nyata, kiat praktis, latihan, dan lampiran tentang prinsip-prinsip resilient mindset, buku ini niscaya sangat berguna bagi Anda. Ulasan-ulasannya bisa membantu Anda menghindari sabotase secara personal dan profesional terhadap diri sendiri. Panduan praktisnya dapat memudahkan Anda menerobos rintangan-rintangan psikologis kala menjemput kesuksesan dan kebahagiaan. Dan, keseluruhan isi buku ini hendak menobatkan Anda sebagai pemilik ciri-ciri utama dari mindset berdaya lenting:

* merasa mampu mengendalikan kehidupan,
* mengetahui cara membangun benteng “anti-stres”,
* efektif dalam berkomunikasi dan punya banyak kecakapan antarpribadi lainnya,
* menetapkan tujuan dan ekspektasi yang realistis,
* belajar dari kesuksesan maupun kegagalan, dan
* merasa istimewa (bukan egois) seraya membantu orang lain untuk merasakan hal yang sama.

Buku Murah Peduli Umat


Jakarta – Kenaikan harga BBM membuat sejumlah penerbit buku kesulitan menentukan harga jual buku. Pasalnya, semua bahan baku pembuatan buku, terutama kertas ikut naik drastis sampai 30 % lebih. Namun, tidak demikian halnya dengan Penerbit Pena Pundi Aksara. Pada event Pesta Buku Jakarta 2008 yang digelar dari tanggal 28 Juni s/d 6 Juli di Istora Senayan ini, Penerbit Pena Pundi Aksara justru meluncurkan buku murah peduli umat.

" Kami akan menerbitkan paket buku peduli umat untuk buku-buku best seller Pena," ungkap Muhaeroni, Direktur Pemasaran Pena. Langkah itu,menurutnya dalam rangka memberikan kesempatan kepada khalayak secara lebih luas untuk menikmati buku-buku bermutu tanpa mengganggu kantong konsumen yang saat ini sedang dibingungkan dengan kenaikan harga semua jenis kebutuhan pokok.

Untuk mengawali program buku peduli umat ini, Pena akan meluncurkan edisi murah buku best seller Khadijah: The True Love Story of Muhammad . "Meskipun murah, kualitas dan mutu produk tidak jauh berbeda dengan edisi ekslusifnya. Dan ini, kami lakukan untuk mendorong munculnya kesadaran karena pentingnya buku ini bagi umat," imbuh Muhaeroni.

Hingga saat ini, Buku Khadijah memang cukup fenomenal pemasarannya. Buku yang terbit perdana pada awal 2007 tersebut sudah terjual 150 ribu eksemplar. "Ini cukup spektakuler, karena ternyata buku yang awalnya dirasa berat ini justru menarik minat dan apreasiasi banyak kalangan, terutama kaum wanita Indonesia," terang Guntur Ramadhan, manager pemasaran Penerbit Pena.

Terbukti, menurut Guntur, sejumlah artis kenamaan seperti Zaskia Adya Mecca, mengaku sangat kepincut dan terinspirasi dengan buku ini. "Dalam beberapa bedah buku yang kami adakan, Zaskia yang kami percaya untuk membedah buku ini terlihat sangat enjoy dan betul-betul menghayati isi buku tersebut," imbuh Guntur.

Melihat besarnya minat konsumen terhadap buku ini, Pena pun ingin berbagi dengan semua kalangan, yaitu dengan menerbitkannya dalam dua edisi; edisi eksklusif dan edisi buku peduli umat yang lebih murah dan terjangkau masyarakat luas. (prpena)

Kisah Sang Pemuja Peri Asmara


Hernadi Tanzil
Inilah mahakarya kontroversial dari Vladimir Nobakov (1899-1977), penulis kelahiran Rusia yang kemudian menetap di Amerika Serikat. Walau telah diakui sebagai salah satu karya sastra klasik dunia, novel ini sempat dilarang beredar dan ditolak oleh beberapa penerbit Amerika karena tema dan isinya dianggap tidak senonoh dan melanggar standar moral masyarakat pada zaman itu.

Novel ini diterbitkan untuk pertama kalinya dalam bahasa Prancis oleh Olympia Perss, pada 15 Sept 1955. Olympia Perss adalah penerbit yang biasa menerbitkan buku-buku serius dan beberapa buku “dewasa”. Di negara itu novel ini seketika menjadi best seller dan terjual 5.000 kopi. Karena kontroversi yang timbul, pada Desember 1956 pemerintah Prancis melarang peredaran novel ini selama hampir dua tahun lamanya.

Di Amerika Serikat, edisi pertama novel ini diterbitkan dua tahun setelah edisi pertama di Perancis. Penerbitnya G.P. Putnam\'s Sons. Sama seperti di Prancis, novel ini langsung menjadi best seller dan terjual 100 seribu kopi pada tiga minggu pertama setelah diterbitkan.

Apa sebenarnya yang ditulis oleh Nobakov? Novel yang diyakini mengandung elemen-elemen otobiografis Nobakov ini merupakan memoar seorang profesor bernama Humbert Humbert, yang menuliskan petualangan cintanya dengan Lolita. Dalam bab pendahulaun dikisahkan pada saat memornya diterbitkan Humbert tewas dalam tahanan akibat penyakit jantung pada 1952. Memoar yang diberi judul Lolita, atau Pengakuan Seorang Duda ini akhirnya sampai ke tangan seorang editor yang kemudian menerbitkannya dengan judul Lolita. Dari memoar inilah cerita dalam novel ini bergulir.

Humbert Humbert adalah seorang terdidik yang lahir di Paris. Seperti umumnya pria remaja, gairah remajanya dilewatinya dengan menjalin cinta monyet dengan Annabel Leigh. Malangnya cinta Humbert pada Annabel kandas, karena kekasihnya itu meninggal akibat tifus. Menurut pengakuan Humbert, kisah cintanya dengan Annabel itulah yang membuatnya mulai tertarik secara seksual pada gadis-gadis kecil berusia 9-14 tahun yang disebutnya sebagai “peri asmara” (nymphet).

Ketika beranjak dewasa gairahnya pada para peri asmara terus membuncah. Untuk menekan gairah ganjilnya itu, Humbert akhirnya menikah dengan Vallerie, gadis sepantarannya yang menurut dia memiliki gaya dan pesona seorang gadis kecil. Namun rumah tangganya ini tak berlangsung lama. Vallerie menghianatinya dan akhirnya mereka bercerai.

Setelah bercerai, Humbert memutuskan berkelana ke Amerika. Jalan hidupnya menempatkan dirinya tinggal di sebuah pondokan di Ramsdale, New England. Di tempat inilah Humbert terkesiap melihat sosok Lolita, gadis 12 tahun yang merupakan putri Charlote, pemilik pondokan. Humbert yang saat itu berusia 30-an tak kuasa menahan gejolak asmara dan berahinya melihat Dolorez Haze atau Lolita, gadis kecil yang jelas merupakan peri asmara baginya.


Demi mendapatkan cinta dan tubuh Lolita, Humbert rela menikahi Charlote, ibu gadis itu. Sempat terbesit niat jahatnya untuk membunuh Charlote. Namun keberuntungan seolah berpihak padanya. Charlote tewas dalam sebuah kecelakaan. Tanpa banyak menunggu, Lolita yang saat itu sedang mengikuti perkemahan bersama sekolahnya dijemput oleh Humbert dan dibawanya mengelilingi Amerika. Dan dimulailah petualangan cinta terlarang antara ayah dengan anak tirinya.

Novel ini menjadi menarik selain karena tema cinta terlarang antara ayah dan anak tirinya, Nabokov juga dengan deskriptif melukiskan nuansa psikologis tokoh-tokohnya dengan disertai penokohan yang kuat. Humbert yang berkepribadian rumit dan Lolita seorang pecinta kebebasan namun terkadang misterius. Dengan piawai Nabokov menggiring pembacanya untuk memahami kekuatan cinta Humbert terhadap Lolita. Bagaimana keragu-raguannya ketika pertama kali berniat menyentuh tubuh anak tirinya, dan bagaimana Lolita melakukan tarik ulur dalam merespons cinta ayah tirinya.

Sebagian pembaca mungkin akan menganggap novel ini bukan novel yang mudah dimengerti karena Nabokov banyak mengeksplorasi kondisi kejiwaan dan lamunan-lamunan Humbert. Selain itu, novel ini juga banyak menggunakan simbol yang baru akan dimengerti oleh pembacanya setelah melahap habis novel ini hingga lembar terakhir. Namun sebagian pembaca lainnya mungkin justru melihat hal-hal itulah yang menjadikan novel ini mengasyikan untuk dibaca hingga tuntas.

Meskipun tak mudah dicerna, novel ini sangat sayang untuk dilewatkan begitu saja. Agar dapat menikmati novel ini ada baiknya kita membacanya lebih ke pendekatan psikologis dibanding naratif sehingga kita bisa menikmati dan memahami gejolak jiwa Humbert yang sakit.

Menurut Anton Kurnia, penerjemah novel ini yang dikenal sebagai cerpenis sekaligus penerjemah karya-karya sastra dunia, Nabokov memang menulis novelnya ini dengan menggunakan kalimat yang panjang-panjang dan sebagai besar berisi lamunan Humbert yang sakit jiwanya. Untuk itu, Anton tak jarang harus memotong satu kalimat panjang dalam novel ini menjadi dua atau bahkan tiga kalimat agar lebih mudah dan tidak capek membacanya.

Hal itulah yang membuat Anton harus bekerja keras untuk menghadirkan terjemahan yang baik. Menurut pengakuannya, untuk menerjemahkan novel yang dalam edisi bahasa Inggrisnya setebal 300-an halaman ini, ia memerlukan waktu satu tahun. “Ini terjemahan paling sulit dan paling lama yg saya tangani,: ini lebih berat dari les miserables (Victor Hugo),” ungkap Anton. Namun, walau sulit, Anton justru menikmati proses penerjemahannya ini. “Saya suka Lolita, jadi saya ikuti terus liku-likunya.”

Walau novel ini sempat menuai kontroversi, saya sendiri tak melihat ada sesuatu yang berlebihan dalam novel ini. Selain temanya yang tak lazim dalam standar moral masyarakat pada umumnya, rasanya tak ada lagi yang perlu dikhawatirkan. Deskripsi pelampiasan gairah Humbert terhadap Lolita saya pikir masih dalam batas-batas keindahan sastrawi, masih kalah dengan beberapa novel-novel lokal yang terkesan lebih berani dalam mengurai adegan percintaan.

Karena kepopulerannya, Lolita sempat dua kali diangkat ke layar lebar (pada 1962 dan 1997). Berbagai pujian dianugerahkan kepada novel ini. BBC mendapuk Lolita sebagai novel terbaik sepanjang masa. Majalah Time menyatakan Lolita adalah salah satu di antara tiga novel paling berpengaruh di dunia.

Modern Library yang beranggotakan sejumlah pengarang, kritikus sastra, dan intelektual ternama, pada 1998 melakukan pemilihan 100 novel terbaik sepanjang abad ke-20 yang ditulis dalam bahasa Inggris. Pemilihan ini disusun berdasarkan peringkat. Lolita masuk ke dalam peringkat keempat di bawah Ullyses (James Joysce), The Great Gatsby (F.Scott Fizgerald), dan A Portrait Of The Artist As a Young Man (James Joyce).

Walau terlambat lebih dari 50 tahun, upaya penerbit untuk menerjemahkan novel ini patut dipuji. Dan lagi apa yang diangkat oleh Nabokov dalam novel ini tampak masih relevan untuk masa kini. Paling tidak, seperti yang ditulis dalam novel ini: “Lolita seharusnya membuat kita semua para orang tua, pekerja sosial, pendidik meningkatkan wawasan dan kewaspadaan dalam menunaikan tugas membesarkan generasi yang lebih baik dalam sebuah dunia yang lebih aman” (hlm. 11).

Hernadi Tanzil
Book Blogger dan Book Reviewer
http://bukuygkubaca .blogspot. com
Lebih detil klik Serambi Online